Setelah 27 tahun tak berfungsi, lantaran punya nilai sejarah dan berpotensi menjadi objek wisata hits, maka Pemerintah Kabupaten Sarolangun pada 2000 silam memperbaiki bagian jembatan yang rusak.
Jembatan ini akhirnya kembali berfungsi sebagai jalan alternatif bagi pejalan kaki maupun kendaraan bermotor. Agar lebih menarik dan bisa memandang jembatan dari berbagai sisi, pada 2017 lalu dibangunlah taman di sekitar Jembatan Beatrix yang diberi nama Tepian Cik Minah.
Di masa daptasi kebiasaan baru imbas pandemi Covid-19, Taman Cik Minah dan Jembatan Beatrix dapat menjadi destinasi wisata alternatif bagi warga Kota Sarolangun untuk melepas kepenatan selepas beraktivitas.
(Rizka Diputra)