Ia mengatakan Ciletuh-Palabuhanratu sudah menyandang (UGGp) hampir lima tahun dam berdasarkan aturan, status itu pada tahun 2021 UNESCO akan melakukan asesmen revalidasi terhadap Geopark Ciletuh.
"Jadi revalidasi ini memang rutin. Lalu tujuannya untuk menilai kelayakan Ciletuh-Palabuhanratu tetap menyandang status sebagai UGGp,” sambungnya.
Menuru Dedi, ada 13 rekomendasi yang harus dikerjakan oleh pengelola Geopark Ciletuh-Palabuhanratu sebagai penambah nilai agar status UGGp tersebut tetap bisa dipertahankan (green card).
"Dan salah satunya adalah penyelenggaraan berbagai even untuk meningkatkan kunjungan di Geopark Ciletuh-Palabuhanratu," ucap Dedi.
(Rizka Diputra)