LABUAN Bajo, Nusa Tenggara Timur merupakan destinasi super prioritas yang menyimpan banyak potensi, baik alam maupun kebudayaannya. Inilah yang mendorong terciptanya program Aksilarasi yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Program ini digagas oleh Direktorat Musik Seni Pertunjukan dan Penerbitan sebagai pendampingan untuk masyarakat menciptakan produk kreatif, terutama di sisi budaya.
Produk kreatif ini berasal dari 4 sub sektor dengan masing-masing pendamping kreatif. Musik didampingi Ivan Nestorman, pertunjukan tari didampingi oleh Anti Yank, Jenko Siompo, Bambang Prihadi, seni rupa didampingi Heri Pemad, Elia Nurvista, dan Hendra Hehe, serta penerbitan yang didampingi Windy Ariestanty dan Dicky Senda.
Direktur Musik Seni Pertunjukan dan Penerbitan Muhammad Amin pun berharap, produk kreatif dari keempat sub sektor ini bisa dinikmati banyak orang. Bahkan ditampilkan di Bandara Komodo Labuan Bajo.
"Satu atau dua tahun lagi kalau bisa karya-karya dari Aksilarasi ini bisa ditampilkan di Bandara Komodo," ucap Amin saat media gathering di Labuan Bajo, NTT, Rabu 18 November 2020.
Baca Juga: Labuan Bajo Tawarkan Wisata Seni dan Budaya