Lebih lanjut, Nengah mengatakan bahwa para petani dan masyarakat Jatiluwih sudah diarahkan untuk memenuhi protokol kesehatan, sehingga para wisatawan dapat tenang berlibur di Jatiluwih.
“Di Jatiluwih masih dalam tahap edukasi protokol kesehatan, yang sedang kita lakukan edukasi protokol kesehatan pada wisatawan, para petani daan juga staff kita yang ada di jutiluwih dan untuk persiapan new normal dalam pengelolahan dengan bekerja sama dengan masyarakat dalam tahap untuk menata kawasan,” paparnya
Karena upaya pelestarian lingkungan dan nilai-nilai budaya masyarakat sekitarnya, Desa Jatiluwih ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia. Dengan prestasi inilah kemudian Desa Jatiluwih terus mengembangkan pariwisatanya sesuai dengan peraturan Daerah yang didalamnya tersirat satu cita-cita akan adanya hubungan timbal-balik antara pariwisata dan kebudayaan, sehingga keduanya meningkat secara serasi, selaras, dan seimbang.
CM
(Yaomi Suhayatmi)