Wisata Sejarah, Ini 7 Tempat Pengasingan Soekarno

Ersa Ambarita, Jurnalis
Rabu 11 November 2020 00:05 WIB
Rumah pengasingan Soekarno di Prapat, Sumatera Utara (Instagram @andiydtm)
Share :

5. Berastagi, Sumatera Utara

Tak banyak yang tahu jika salah satu tempat pengasingan Soekarno ada di Desa Lau Gumba, Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Di rumah bekas perwira Belanda inilah Soekarno, Sutan Sjahrir, dan Haji Agus Salim diasingkan selama 12 hari pada 1948.

Meski diasingkan, kedekatan masyarakat Berastagi terjalin kuat karena Soekarno mengajarkan rasa solidaritas dalam kehidupan masyarakat.

Usahanya dalam mempersatukan bangsa membuatnya mendapat julukan sebagai Bapak Lambang Kemakmuran Rakyat di tanah karo. Namun, hal ini membuat Belanda resah hingga kembali memindahkan Soekarno dan ketiga rekannya ke Parapat.

Kini rumah putih dengan seng yang berwarna merah masih terawat bangunannya. Ragam fasilitas seperti tempat tidur, lemari, dan perabotan lainnya masih dapat ditemukan di rumah ini.

Di depan rumah juga terdapat patung perunggu atau replika Soekarno yang menyilangkan kaki. Rumah pengasingan Soekarno sudah mengalami renovasi sebanyak dua kali dan telah dijadikan sebagai mess pemerintahan Provinsi Sumatera Utara.

6. Parapat, Sumatera Utara

Berlanjut dari Berastagi, Soekarno dan pejuang nasional lainnya dibawa ke Parapat pada 1949. Rumah yang ditinggali ketiganya memiliki gaya arsitektur Eropa. Selain itu, rumah ini juga memiliki terowongan bawah tanah sejauh 3 Km yang pernah dipakai Belanda untuk aksi perangnya.

Di dalam rumah ini pengunjung bisa melihat barang-barang peninggalan sejarah. Hanya saja bagian tatanan rumah ini sudah banyak disentuh perubahan.

Rumah ini telah difungsikan sebagai mess pemerintah daerah. Kendati demikian, pengunjung masih bisa datang melihat bangunan sejarah sambil menikmati pesona alam Danau Toba.

7. Pulau Bangka

Pada 1949 Soekarno diasingkan ke Pulau Bangka, Kota Muntok. Bangunan khas Belanda ini sangat terawat dan bersih. Banyak wisatawan yang selalu datang ke tempat ini untuk melihat peninggalan Soekarno yang original.

Seperti kamar yang dikeramatkan, kamar wisma, tulisan tangan, ruang kerja, mesin ketik dan mobil Ford berpelat BN 10 yang pernah digunakannya. Dari ketinggian bangunan atau di Bukit Menumbing pengunjung bisa menikmati pohon hijau Pulau Bangka yang menyegarkan. Suasananya begitu tenang dan memanjakan mata.

(Salman Mardira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya