Mausoleum tersebut menyimpan makam di bagian bawah yang tangganya berada di bagian belakang bangunan ini. Di bagian atas dari pintu masuk mausoleum, tulisan "rust in vrede" yang artinya "beristirahat dengan tenang".
Di dalam mausoleum itu terdapat makam Oen Giok Khouw dan istrinya. Ia tak memiliki anak sehingga hanya ada dua orang yang dimakamkan di sana. Tak hanya itu, ada pula dua pahatan karangan bunga yang menempel di dinding marmer.
Nah, dinding itulah merupakan bagian dari ruang yang menyimpan abu jasad dari keduanya. Selain abu atau jasad dari Oen Giok Khouw dan istrinya, terdapat pula benda-benda kesayangannya semasa hidup yang salah satunya piano.
Kini, bangunan bersejarah yang berdiri di atas lahan Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta itu terkesan tidak terawat. Di sekitarnya terdapat coretan ulah tangan jahil manusia. Pemda DKI diharapkan lebih memberi perhatian kepada mausoleum yang konon disebut sebagai yang terbesar di Asia Tenggara itu.
(Rizka Diputra)