Pihaknya kemudian membongkar material semen yang menutupi titik bunker di bawah tangga gedung tersebut. Saat ditelusuri ternyata benar isi dalam bunker itu adalah sebuah lorong bawah tanah.
"Di sana itu ada lorong ke bawah, itu sudah kita ukur hanya sampai 4-5 meter, ke sananya kuat atau tidak belum tahu tapi jalur sementara sudah kita buka," ungkapnya.
Pihaknya masih menunggu instruksi Bupati Bekasi terkait temuan ini namun ia memastikan pembukaan akses akan melibatkan sejumlah pihak seperti ahli sejarah, arkeolog, serta Direktorat Perkeretaapian.
"Tinggal nunggu arahan saja, karena tentu perlu proses juga kan ya terkait akses lorong yang bisa langsung ke stasiun tersebut," kata dia.
(Salman Mardira)