Bukan Biaya, Ini yang Jadi Masalah bagi Jamaah Umrah Indonesia

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Jum'at 06 November 2020 10:04 WIB
Jamaah umrah mulai berdatangan ke Arab Saudi (Foto: SPA)
Share :

IMBAS pandemi Covid-19, paket wisata umrah dilaporkan naik hingga 20-30 persen. Kenaikan paket wisata umrah ini dibenarkan oleh para penyedia jasa tour and travel di Indonesia.

Managing Director Dream Tour, Ryan Darmawan mengatakan, pihaknya terpaksa menaikkan harga paket umrah demi memastikan kenyamanan dan keamanan jamaah selama berada di Tanah Suci.

Pasalnya, meski Pemerintah Arab Saudi telah memberikan izin kunjungan kepada WNI, para jamaah wajib mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Salah satunya melaksanakan karantina mandiri selama tiga hari sebelum diperkenankan memulai kegiatan umrah. Proses karantina inilah yang menjadi salah satu faktor naiknya harga paket umrah.

Baca juga: Mau Umrah di Tengah Pandemi Covid-19? Ini Loh Syaratnya

"Sebelum pandemi Covid-19 harga paket kami itu berkisar Rp26 jutaan, sekarang ratenya mulai dari Rp30 jutaan. Harganya naik karena kami harus menyediakan fasilitas tambahan seperti hotel dan keperluan karantina jamaah," kata Ryan saat berbincang dengan Okezone, Jumat (6/11/2020).

Di samping itu, Ryan menyebut bahwa pihaknya juga harus menyediakan transportasi tambahan mengingat di masa pandemi Covid-19 ini, jamaah harus dipastikan tetap menjaga jarak. Termasuk saat berada di dalam bus.

Sebelum pandemi Covid-19, satu bus dilaporkan dapat membawa 40 jamaah sekaligus. Namun sekarang, setiap armada hanya diperbolehkan membawa 20 jamaah.

Menariknya, meski harga paket umrah naik cukup signifikan, dia mengatakan bahwa antusiasme jamaah Indonesia untuk beribadah ke Tanah Suci tetap besar. Bisa dibilang uang bukanlah kendala utama.

Justru pembatasan usia yang diberlakukan oleh pemerintah Arab Saudi yang menjadi pertimbangan mereka saat ini.

"Pembatasan usia ini sebetulnya yang jadi masalah. Sekarang batasan usia yang boleh berangkat tidak boleh kurang dari 18 tahun dan tidak boleh dari 50 tahun. Padahal, segmen umrah sendiri lebih banyak menyasar jamaah yang berusia lanjut, dan keluarga. Banyak yang tidak hadir berangkat karena anaknya kurang dari 18 tahun, atau orangtuanya sudah di atas 50 tahun," pungkas Ryan.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya