Pada lantai pameran tersebut juga terdapat garis-garis putih (layaknya garis pada jam analog) yang menjadi tanda pembagi galeri tersebut menjadi 60 segmen (atau 60 menit). Setiap "menit" menampilkan dua pakaian; busana bagian depan diurutkan secara kronologis sedangkan bagian belakangnya menampilkan persamaan atau perbedaan dalam bentuk pakaian dari busana di depan tanpa terikat oleh urutan waktu secara kronologis.
Contoh saja, adanya gaun dengan princess line yang dibuat tanpa jahitan pinggang milik Charles Frederick Worth tahun 1876 yang dikomparasikan dengan rok Alexander McQueen tahun 1995 yang dibuat mengikuti desain princess line.
Ada 125 model busana yang dipamerkan dari koleksi The Costume Insitute. Koleksi ini mencakup karya dari desainer dan merek kontemporer dan bersejarah terkenal seperti Virgil Abloh, Azzedine Alaïa, Jonathan Anderson, Iris van Herpen, Karl Lagerfeld dan Vivienne Westwood.
Baca juga: Viral Harga Nasi Goreng di Kereta Api Mahal, Ini Klarifikasi KAI
"Fashion berhubungan erat dengan waktu," kata Andrew Bolton, kurator dari The Costume Institute. "Mereka tidak hanya mencerminkan dan mewakili semangat dari tiap zamannya, tetapi juga berubah dan berkembang seiring waktu, dan berfungsi sebagai penunjuk waktu yang sangat sensitif dan akurat."
(Dyah Ratna Meta Novia)