Ia sengaja mengunjungi negeri gajah putih tersebut karena dianggap oleh banyak orang sebagai rumah seni mengukir buah. Kepergiannya tersebut tak lebih untuk meningkatkan keterampilannya. Saat ini, Sato dianggap sebagai master dan mengajarkan seniman lain.
Ia membuka kelas dan seminar baik di Kyoto maupun di kampung halamannya, Fukui. Meski Tomoko Sato dikenal karena ukiran buahnya yang elegan dan geometris, ia juga menciptakan beberapa ukiran sabun paling rumit yang pernah dilihat.
Baca juga: Libur Panjang Usai, Wisatawan Mulai Tinggalkan Bali
Ukiran batang sabun Sato menampilkan pola geometris, motif bunga yang halus, serta detail elemen tradisional dari berbagai budaya Asia.
(Dyah Ratna Meta Novia)