Parahnya lagi, karena orang dengan osteoporosis ini kekurangan vitamin D, ketika dia terpapar Covid-19, kondisinya lebih parah dari orang tanpa masalah osteoporosis. Kenapa bisa terjadi?
Ditambahkan Prof Wati, karena sistem imun orang dengan osteoporosis itu sangat lemah. "Makanya, lama proses penyembuhan yang dialami pasien Covid-19 dengan osteoporosis akan lebih lama daripada pasien Covid-19 tanpa masalah osteoporosis," tambahnya.
Baca Juga : Positif Covid-19, Sebaiknya Segera Lakukan 6 Hal Ini
Peneliti di Italia pun membenarkan hal tersebut. Berdasar studi yang dilakukan, dokter mencatat bahwa kombinasi patah tulang belakang dengan Covid-19 membuat angka kematian pasien menjadi dua kali lipat. Patah tulang tersebut dikaitkan dengan masalah osteoporosis.
"Fraktur vertebra adalah penanda kelemahan dan untuk pertama kalinya kami menunjukkan bahwa individu yang mengalami patah tulang tampaknya berisiko tinggi terkena Covid-19 dengan situasi yang lebih parah dan risiko kematiannya dua kali lebih tinggi," kata penulis Andrea Giustina, MD, direktur Institute of Endrocrine and Metabolic Science dari Universitas San Raffaele Vita-Salute di Milan, Italia, dikutip dari Radiology Business.
(Helmi Ade Saputra)