JPD Funky Ini Bisa Lindungi Tamu dan Karyawan Hotel dari Covid-19

Taufik Budi, Jurnalis
Rabu 14 Oktober 2020 20:02 WIB
Pelayan hotel mengenakan JPD melayani tamu (Okezone.com/Taufik Budi)
Share :

DALAM dua bulan terakhir, Nur Sella Widyaningtyas, memiliki kebiasaan baru ketika tiba di tempat kerjanya Hotel Patra Semarang, Jalan Sisingamangaraja, Kota Semarang, Jawa Tengah. Tampil rapi dan cantik dengan balutan seragam khas hotel ternyata masih belum cukup.

Setelah menguas bedak ke pipi dan memastikan bibirnya berwarna merah bata, perempuan berparas ayu itu tak langsung memulai bekerja. Dia mengambil pakaian berbahan dasar plastik dengan beberapa motif batik yang menggantung di lemari untuk dikenakan.

Tak butuh waktu lama untuk mengenakan, karena pakaian yang disebut Jaket Pelindung Diri (JPD) yang didesain khusus pada masa pandemi Covid-19. Sekilas tampak seperti jas yakni kerah berbentuk V, dengan ujung lengan bawah dan atas, serta punggung, diberi hiasan kain perca batik.

 Baca juga: 7 Tips Traveling Aman dan Sehat di Tengah Pandemi Covid-19

Sementara untuk menyambungkan dua sisi kanan dan kiri menggunakan resleting agar mudah dikenakan maupun melepasnya. Dua perekat berhias batik melintang yang menutup resleting, kian menegaskan pakaian seragam ini mengusung kearifan lokal.

 

Lengan panjang hingga pergelangan akan melindungi tubuh bagian atas ketika bersenggolan dengan orang lain. Sementara panjang JPD hingga di bawah lutut, sehingga memungkinkan karyawan masih leluasa bergerak untuk melayani tamu.

“Kalau ribetnya sih enggak, karena memakaiannya kan mudah ada resleting sehingga mudah dibuka atau dilepasnya. Yang jelas JPD ini kan untuk kita sendiri, buat menjamin keamanan dan kenyamanan kita dari virus Covid-19,” kata gadis yang akrab disapa Sella itu, Kamis 8 Oktober.

Baca juga: Apa Itu CHSE Pariwisata dan Ekonomi Kreatif? 

“Kan kita kumpulnya banyak orang, kalau di ballroom dan resto itu orang datang dari mana-mana. Jadi yang lebih penting itu menjaga keamanan diri sendiri termasuk para tamu,” imbuhnya sembari mengenakan masker dan face shield.

Sella juga membungkus tangannya dengan sarung tangan berbahan karet, sehingga aman ketika beraktivitas melayani tamu. Meski sebagian besar tubuhnya terbalut plastik, namun gadis asal Ambarawa, Kabupaten Semarang itu mengaku tak terlalu gerah.

“Di awal-awal memang terasa gerah, tapi kita kan kerjanya di ruang full AC, jadi nggak begitu gerah. Kita juga mobile, sliwar-sliwer (mondar-mandir) jadi tidak terasa panas. Memakainya selama acara berlangsung, paling lama ya sekira 2-3 jam,” lugasnya.

Dia mengaku, banyak tamu hotel yang memberi pujian terhadap inovasi JPD itu. Berbeda dari Alat Pelindung Diri (APD) yang dikenakan petugas medis, JPD tidak didesain polos sehingga yang mengenakan masih tetap bisa tampil cantik elegan. Bahkan, tak jarang yang memotret atau mengajak foto bersama.

“Ada banyak tamu yang bilang desainnya itu luar biasa bagus dan bentuknya macam-macam. Untuk dan cowok berbeda. Desainnya juga macam-macam, lucu-lucu. Katanya mereka merasa aman dan nyaman. Makanya sering diajak foto sama konsumen,” katanya sembari terkekeh.

 

Apresiasi disampaikan Koordinator Promosi dan Pendukung Wisata MICE Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, Titik Wahyuni, saat menggelar acara di Hotel Patra Semarang. Dua karyawan hotel lengkap berseragam JPD tampak lincah melayani peserta Sosialisasi dan Simulasi Panduan Protokol Kesehatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).

“Bagus sih, tadi awalnya surprise juga (melihat karyawan mengenakan JPD). Artinya local content kain yang ada di Semarang masuk dan fashionable. Tetapi dari segi kesehatannya, saya kurang mengerti kualitas (bahan) apakah sudah memenuhi standar atau tidak karena saya tidak terlibat dalam pembuatannya. Jadi saya melihat dari fesyennya saja,” kata Titik.

 Baca juga: Cari Kuliner Halal Dekat Spot Wisata Terkenal di Bali, Ini Deretan Restorannya 

“Baru kali ini (melihat), makanya tadi surprise juga. Bagus ini dan itu desainnya termasuk funky, detail-detailnya lokal kontennya itu masuk batik sama tenun ya. Keren, bagus, dari sisi style itu bagus,” pujinya.

Inovasi JPD tersebut juga merupakan penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE yang selama ini gencar disosialisasikan Kemenparekraf, pada usaha-usaha wisata dan ekonomi kreatif. Tujuannya untuk membangkitkan lagi sektor ini dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

 

“Ya (merasa aman dan nyaman). Minimal dia (hotel) sudah paham dan sudah melaksanakan CHSE (Cleanliness/Kebersihan, Health/Kesehatan, Safety/Keamanan, dan Environment/Ramah Lingkungan). Kebetulan kami di sini juga lagi sosialisasi panduan ini. Jadi ternyata panduan sosialisasi itu sudah sampai ke masyarakat terutama hotel ini untuk pelayanan,” beber dia.

Wardiyono yang tengah menikmati sajian makan siang di restoran hotel juga tak kalah memberi pujian. Dia bersama sejumlah kolega dilayani karyawan lengkap dengan JPD. Beberapa di antaranya melayangkan pertanyaan seputar pakaian seragam itu. Setelah dijelaskan, bergegas bangkit dari kursi dan mengajak foto bersama.

“Saya lihat sepintas tadi bahwa dalam situasi dan kondisi saat ini (pandemi) di mana kita sama-sama menjaga untuk kesehatan dan secara fesyen memang sangat bagus, indah dilihat, nyaman dipandang, dan aman tentunya bagi yang memakai maupun orang lain,” jelas Wardiyono.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya