"Itu karena tindakan tersebut melibatkan kontak jari (dari perokok yang diduga terkontaminasi) dengan bibir, yang mana ini meningkatkan kemungkinan terpaparnya Covid-19. Penularan virus dari tangan ke mulut," terang WHO.
Nah, shisha menjadi bagian dari kelompok tersebut, karena sering kali penggunanya melibatkan penggunaan penutup mulut dan selang, yang dapat memfasilitasi penularan virus corona di lingkungan masyarakat.
Karena itu juga, Pemerintah Mesir sudah melarang penggunaan shisha bergantian di tengah pandemi ini. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Kesehatannya.
Baca juga: Selain Uang Kertas, Virus Corona Bertahan di Permukaan Ponsel hingga 28 Hari
"Merokok shisha meningkatkan risiko terpapar Covid-19. Stop merokok shisha atau menggunakan alat tersebut bersama-sama," tulisnya di Facebook resmi
(Dyah Ratna Meta Novia)