Deteksi Stroke, Meraba Denyut Nadi Sendiri Yuk

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis
Senin 12 Oktober 2020 08:30 WIB
Terserang stroke (Foto: Nayati Healthcare)
Share :

Kedua, yaitu stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak atau stroke hemoragik. Komposisi 2/3 dari total populasi pasien stroke terdiri dari stroke iskemik, di mana salah satu penyebabnya adalah cardioembolic.

Fibrilasi atrium adalah suatu keadaan dimana serambi (atrium) jantung tidak berkontraksi secara normal atau hanya terjadi fibrilasi, menyebabkan jantung berdenyut secara ireguler.

"Nah, keadaan ini menyebabkan aliran darah di serambi jantung menjadi stasis dan mudah terbentuk bekuan darah. Bekuan darah pada ruang jantung tersebut yang apabila terlepas dapat menyebabkan sumbatan aliran darah otak (cardioembolic)," kata Vekky Sariowan dalam kesempatan Webinar belum lama ini.

Menurut dr Vekky Sariowan, salah satu langkah awal untuk mencegah terjadinya stroke, adalah dengan melakukan deteksi dini penyakit fibrilasi atrium.

Menurut pedoman terbaru yang diterbitkan oleh perhimpunan dokter spesialis kardiovaskular Eropa 2020, salah satu metode deteksi penyakit Fibrilasi Atrium adalah meraba nadi sendiri, terutama pada individu berusia lebih dari 65 tahun.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya