Pandemi Covid-19 memberi dampak luar biasa untuk kehidupan manusia. Jika bicara soal kesadaran kesehatan, tentu faktanya makin banyak orang yang menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Tapi, di sisi lain, efek negatif pun bermunculan, salah satunya masalah kesehatan mental.
Ya, kesehatan mental menjadi masalah yang banyak dikeluhkan orang-orang selama pandemi. Beberapa masalahnya seperti depresi, kesepian, kecemasan, atau ketakutan berlebih. Nahasnya, anak-anak pun mengalami masalah ini.
Menurut laporan Time, peneliti di Hubei, China, sempat melakukan survei pada 2.330 anak untuk mencari tanda-tanda tekanan emosional. Hasilnya diketahui bahwa 22,6 persen anak-anak melaporkan gejala depresi dan 18,9 persen mengalami kecemasan. Studi ini diterbitkan di JAMA Pediatrics.
Bahkan, dalam makalah yang diterbitkan di Health Economics, Golberstein dan rekan penulisnya menemukan fakta bahwa masalah ekonomi memengaruhi kesehatan mental anak-anak.
"Pengangguran yang tinggi berkolerasi pada 35 hingga 50 persen masalah mental anak secara klinis," papar laporan tersebut.
Salah satu cerita datang dari Lisa Stanton, seorang ibu dari anak kembar beda kelamin yang tinggal di Houston. Efek pandemi, anak-anaknya yang harus merasakan 'lockdown' mengalami masalah perilaku.
Jadi, anak laki-lakinya memiliki masalah belajar, sedangkan anak perempuannya jadi kecanduan gawai.
"Pada kasus anak saya yang perempuan, dia sampai punya akun TikTok dengan identitas diri yang dituakan. Lalu, suatu ketika saya mengambil gawainya dan dia merengek sambil memberi alasan, 'Saya kesepian jika tidak bermain gawai'," cerita Lisa.
Ya, kesepian menjadi masalah serius yang dialami anak-anak selama pandemi ini. Terlebih, ketika si anak mengalami kondisinya langsung seperti pandemi Covid-19.
Dijelaskan Roxane Cohen Silver, psikolog sosial di University of California, ketika orangtua si anak mengalami masalah ekonomi misalnya, ini akan memberi dampak pada pandangan si anak tentang dunia. Jadi, bisa dikatakan dampak pada rasa aman anak itu bergantung pada sejauh mana pengaruh keluarga.
Baca juga: Pesona Anya Geraldine Pakai Tanktop Putih, Netizen: Mirip Aurel Hermansyah
Sementara itu, variabel lain yang bisa membuat anak terganggu kesehatan mentalnya ialah apakah si anak punya masalah mental sebelum pandemi atau tidak.