IDI: Vaksin Covid-19 Terbaik Sekarang Adalah Protokol Kesehatan

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Jum'at 09 Oktober 2020 13:03 WIB
Patuhi protokol kesehatan kunci putus penularan Covid-19 (Foto : Okezone)
Share :

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional, Doni Monardo, menyatakan beberapa waktu lalu bahwa hingga saat ini mematuhi protokol kesehatan adalah vaksin terbaik terhindar dari Covid-19. Ini berkaitan dengan belum adanya vaksin Covid-19 yang siap diberikan kepada masyarakat.

"Selama belum ada vaksin maupun obat, mematuhi protokol kesehatan adalah vaksin terbaik sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19," terang Doni dalam Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 Wilayah Provinsi Gorontalo di Kediaman Dinas Gubernur Provinsi Gorontalo, belum lama ini.

Sependapat dengan pemerintah, dalam hal ini Satgas Penanganan Covid-19, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) pun menyatakan bahwa protokol kesehatan adalah vaksin terbaik melawan Covid-19.

Hal itu ditegaskan Ketua Tim Pedoman dan Protokol dari Tim Mitigasi PB IDI, Dr dr Eka Ginanjar, SpPD-KKV. Menurutnya, sampai vaksin Covid-19 selesai diujicoba dan terbukti efektif dan aman digunakan, maka tidak ada vaksin yang lebih baik daripada protokol kesehatan yakni melakukan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak).

"Walaupun sulit dan banyak masyarakat belum terbiasa, namun langkah 3M ini adalah cara yang paling efektif hingga saat ini dalam mencegah penularan," kata Eka melalui pesan tertulis yang diterima Okezone, Jumat (9/10/2020).

Baca Juga : IDI: 132 Dokter Meninggal Akibat Covid-19

Meski demikian, Eka juga mengingatkan, apabila menggunakan masker kain (non medis), sebaiknya dicuci setelah beraktifitas dan diganti dengan masker baru yang bersih dalam aktifitas berikutnya.

Sedangkan apabila menggunakan masker medis seperti masker bedah, N95 dan KN95, maka sebaiknya masker dibuang di tempat sampah dalam keadaan tidak utuh untuk memcegah didaur ulang. "Bila penggunaan untuk medis maka digolongkan dalam sampah medis yang harus dikelola khusus," tegasnya.

Eka menyadari ketidaknyamanan masyarakat dalam menggunakan masker dalam beraktifitas. Karena itu, masih banyak di antara Anda mungkin mendengar alasan orang tak pakai masker karena sulit bernapas atau memang tidak terbiasa ada sesuatu di wajah.

Namun ia menegaskan bahwa disiplin menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun ini adalah bukan hanya menjaga keselamatan diri sendiri, namun juga keluarga dan orang disekitar. Terutama saat ini yang paling diwaspadai adalah Orang Tanpa Gejala (OTG) yang bisa saja merasa sehat dan terus beraktifitas dengan mengabaikan protokol kesehatan.

"Sebagian besar pasien Covid-19 yang ditangani para dokter merasa menyesal tidak mematuhi protokol kesehatan setelah terkena Covid-19, dan mereka merasakan betul bahwa Covid-19 itu nyata dan menyiksa tubuh. Oleh karena itu, cegahlah diri Anda dari penularan dan cegahlah diri Anda juga untuk menjadi sumber penularan," papar Eka.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya