Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional, Doni Monardo, menyatakan beberapa waktu lalu bahwa hingga saat ini mematuhi protokol kesehatan adalah vaksin terbaik terhindar dari Covid-19. Ini berkaitan dengan belum adanya vaksin Covid-19 yang siap diberikan kepada masyarakat.
"Selama belum ada vaksin maupun obat, mematuhi protokol kesehatan adalah vaksin terbaik sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19," terang Doni dalam Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 Wilayah Provinsi Gorontalo di Kediaman Dinas Gubernur Provinsi Gorontalo, belum lama ini.
Sependapat dengan pemerintah, dalam hal ini Satgas Penanganan Covid-19, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) pun menyatakan bahwa protokol kesehatan adalah vaksin terbaik melawan Covid-19.
Hal itu ditegaskan Ketua Tim Pedoman dan Protokol dari Tim Mitigasi PB IDI, Dr dr Eka Ginanjar, SpPD-KKV. Menurutnya, sampai vaksin Covid-19 selesai diujicoba dan terbukti efektif dan aman digunakan, maka tidak ada vaksin yang lebih baik daripada protokol kesehatan yakni melakukan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak).
"Walaupun sulit dan banyak masyarakat belum terbiasa, namun langkah 3M ini adalah cara yang paling efektif hingga saat ini dalam mencegah penularan," kata Eka melalui pesan tertulis yang diterima Okezone, Jumat (9/10/2020).
Baca Juga : IDI: 132 Dokter Meninggal Akibat Covid-19
Meski demikian, Eka juga mengingatkan, apabila menggunakan masker kain (non medis), sebaiknya dicuci setelah beraktifitas dan diganti dengan masker baru yang bersih dalam aktifitas berikutnya.
Sedangkan apabila menggunakan masker medis seperti masker bedah, N95 dan KN95, maka sebaiknya masker dibuang di tempat sampah dalam keadaan tidak utuh untuk memcegah didaur ulang. "Bila penggunaan untuk medis maka digolongkan dalam sampah medis yang harus dikelola khusus," tegasnya.