"Jalan cepat dapat mengurangi risiko terkena tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung," menurut laporan studi observasi besar di Arteriosklerosis, Trombosis, dan Biologi Vaskular.
Diterangkan juga dalam studi tersebut bahwa semakin jauh jarak seseorang berlari, semakin banyak kalori yang terbakar. Ini pun memberi dampak yang baik untuk penurunan risikonya.
Bahkan, lari tidak hanya memengaruhi kesehatan tubuh tapi juga kesehatan otak. Ya, sebuah studi uji klinis dari Duke University yang diterbitkan dalam Neurology pada 2018, menemukan bahwa orang dewasa yang rutin lari fungsi otaknya lebih baik.
"Studi dilakukan pada 160 orang dewasa tua dengan gangguan kognitif. Mereka diminta untuk berjalan cepat selama 35 menit tiga kali semingu selama enam bulan. Hasilnya, mereka mengalami peningkatan yang signifikan dalam fungsi eksekutif atau kemampuan untuk merencanakan dan memprioritaskan, dibandingkan dengan mereka yang tidak berolahraga," terang studi tersebut.
(Dyah Ratna Meta Novia)