Shana mengatakan, saat ini pihaknya tengah fokus merancang sebuah sistem khusus yang dia sebut 'smart tourism' guna menambah rasa aman dan nyaman wisatawan. Contohnya seperti memasang cctv di area kota, memastikan mitigasi bencana berjalan sesuai standar, lalu bersinergi dengan lembaga dan institusi terkait.
"Sistemnya nanti jadi lebih terpadu, dan bisa dimonitor langsunf oleh TNI, Polri, Pemerintah Daerah, hingga rumah sakit karena kondisi kita saat ini juga masih dalam suasana pandemi Covid-19," kata Shana.
Selain melakukan pembangunan infrastruktur, Shana mengatakan bahwa pihaknya juga tengah memberdayakan masyarakat lokal untuk turut serta berpartisipasi mengembangkan pariwisata Labuan Bajo. Salah satunya dengan mendorong dan meningkatkan kualitas produk kebudayaan lokal.
"Kita tidak bisa hanya mengandalkan Taman Nasional Komodo. Aktivitas lainnya juga harus ada, terutama budaya. Contohnya bisa dengan mendorong pengembangan kuliner hingga tradisional lokal. Di Labuan Bajo itu belum ada wadah khusus atau tempat pentasnya," jelas Shana.
"Hal-hal seperti inilah yang terus kita dorong dengan cara melakukan pelatihan SDM tentang bagaimana mempresentasikan produk kuliner agar menarik di mata wisatawan. Sehingga nantinya Labuan Bajo bisa jadi destinasi wisata yang utuh, bukan sekadar tempat transit," tandasnya.
(Dewi Kurniasari)