2 Fasilitas Penunjang Ini Bantu Jabar Lawan Covid-19, Apa Itu?

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Rabu 07 Oktober 2020 20:31 WIB
Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)
Share :

Upaya maksimal terus dilakukan pemerintan dalam upaya melawan virus corona, tak terkecuali pemerintah daerah. Jawa Barat misalnya, provinsi ini tercatat menyumbang 752 kasus baru per 7 Oktober 2020, dengan total 25.662 kasus.

Menurut laporan Kementerian Kesehatan, selain terus menggalakkan upaya protokol kesehatan, provinsi ini sekarang mengandalkan dua fasilitas penunjang dalam penanganan Covid-19. Fasilitas tersebut ialah Laboratorium Kesehatan (Labkes) dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM).

Fungsi kedua fasilitas penunjang ini pun berbeda. Labkes digunakan untuk pemeriksaan sampel Covid-19 dengan hasil didapatkan 3-4 hari, sedangkan BPSDM digunakan sebagai 'rumah isolasi mandiri'.

Bicara soal Labkes, per 17 Maret 2020 sudah mulai menangani pemeriksaan sampel COVID-19. Pemeriksaan sampel per hari ini telah mencapai 1500-2000 dengan jumlah sumber daya manusia baik tenaga medis maupun non tenaga medis berjumlah sekitar 70-80 orang.

"Hingga saat ini total jumlah sampel yang masuk ke Labkes Provinsi Jawa Barat mencapai 120.000 sampel" ujar Kepala Seksi Mutu dan Pengembangan Labkes Provinsi Jabar Ir. Rini Robiani, MT, melalui keterangan pers Kemenkes yang diterima Okezone, Rabu (7/10/2020).

Baca Juga : 4 Potret Chef Renatta saat Tampil Santai, Netizen: Jutek-Jutek Imut!

Lebih lanjut, Kepala Seksi Pelayanan Labkes Provinsi Jabar Drs. Isak Solihin, MM, juga menyampaikan dari sampel yang masuk akan menunggu hasil sekitar 3-4 hari dengan positivity rate 5 - 10%. "Namun hasil tergantung trend kasus," tambahnya.

Sementara itu, bagaimana perkembangan penggunaan BPSDM di Jabar?

Dijelaskan di sana, BPSDM yang biasanya menjadi pusat pelatihan dialihfungsikan sebagai tempat isolasi mandiri yang memiliki kapasitas sekitar 190 kamar untuk pasien Covid-19 dan sebanyak 771 pasien telah dirawat di sana. Dari 190 kamar yang tersedia, per 6 Oktober 2020 telah terisi 86 kamar.

"Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada pasien yang meninggal atau pun dirujuk kembali ke RS dan para petugas kami pun tidak ada yang tertular karena kami juga fasilitasi para nakes yang bertugas melakukan swab 2 minggu sekali," terang Kepala UPTD RSUD Kesehatan Kerja Provinsi Jawa Barat dr. Raden Vini Adiani Dewi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya