Sementara itu, Dr Eric Feigl Ding, seorang ahli epidemiologi dan rekan senior di Federasi Ilmuwan Amerika, menerangkan bahwa pasien Covid-19 yang mendapat pengobatan dexamethasone bisa dikatakan dalam kondisi sangat mengkhawatirkan. Ya, meski dokter yang menangani Trump menyebutkan kalau sang presiden baik-baik saja, nyatanya ada kemungkinan tidak demikian.
"Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, obat dexamethasone hanya digunakan untuk pasien kritis dan parah. Sedangkan, para dokter terkesan memberikan obat dexamethasone pada pasien Covid-19 yang tidak serius," tegas Dr Ding, pada Aljazeera.
Ia pun menerangkan bahwa National Institutes of Health (NIH) hanya merekomendasikan dexamethasone untuk pasien serius yang menggunakan ventilator atau oksigen tambahan. "Tapi, Trump tidak begitu," ketusnya.
Dr Ding pun mengomentari keputusan dokter yang berencana untuk mengeluarkan Trump dari rumah sakit sekarang ke Gedung Putih hari ini. "Trump itu kondisinya sangat buruk, jadi terlalu dini untuk membawanya keluar pada Senin," tegas dia.
(Helmi Ade Saputra)