Tingginya harga jual kain batik jenis Nitik Kembangsongo ini cukup beralasan, karena proses pembuatannya memerlukan keterampilan khusus dibanding pembatik biasa.
“Memerlukan keahlian yang khusus karena ini membutuhkan keterampilan dan ketelitian tangan. Dari segi alat juga beda, cantingnya pun berbeda dari yang lainnya,” ujar pelestari kain batik Nitik Kembangsongo, Iswanto.
Saat ini, pengrajin batik nitik hanya dilakukan oleh kaum perempuan lansia akibat generasi muda yang lebih tertarik dengan bekerja di pabrik.
Jika terus seperti ini, maka kain batik nitik terancam punah. Untuk melestarikan warisan budaya bernilai tinggi ini, perlu peran serta anak muda dan pemerintah untuk mempromosikannya dengan baik.
(Rizka Diputra)