Tidak bisa dibantah bahwa membiasakan anak membaca buku adalah kewajiban orangtua. Tapi, sepertinya tak banyak orangtua menjalankan tugasnya yang satu ini.
Hal ini bisa tercermin dari minat baca yang begitu rendah. Menurut data statistik UNESCO pada 2012, indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Ini artinya, dalam setiap 1.000 orang, hanya satu orang yang punya minat baca. Begitu juga menurut data Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), budaya membaca masyarakat Indonesia menempati peringkat paling rendah di antara 52 negara di Asia Timur.
Tapi, apakah memang orang Indonesia tidak suka membaca? Atau ada masalah lain di balik masalah ini?
Ditegaskan Penggiat Literasi Indonesia (Gerakan Literasi Sekolah) Satria Dharma, anak-anak bangsa Indonesia itu memiliki minat baca sama besarnya dengan anak-anak di negara maju mana pun. Namun, kebiasaan tersebut tidak dipupuk sedari dini. Karena itu, dia menyarankan agar setiap orangtua membacakan anaknya 1000 buku sebelum mereka masuk TK.
"Dengan membacakan 1000 buku sampai si anak masuk TK, itu akan menstimulus otaknya dan membiasakan si anak dengan buku yang akan membuat mereka suka membaca," kata Satria dalam Webinar #IndonesiaCintaMembaca: Manfaat Storytelling untuk Perkembangan Karakter Anak yang diinisiasi Tanoto Foundation, Rabu (30/9/2020).
Baca Juga : Adu Gaya Marion Jola Vs Brisia Jodie, Siapa Paling Gemas?
Untuk memulainya, orangtua bisa dari usia si anak sudah bisa dengan jelas mendengar, biasanya usia 3 bulan sudah bisa. Di usia tersebut, saran Satria, orangtua sudah bisa mulai membacakan.
"Lagipula, sebetulnya saat orangtua sering ngajak anaknya ngobrol, itu bisa jadi awal yang baik untuk akhirnya membawa anak untuk menyukai buku dengan sering diperdengarkan cerita-cerita," tambahnya.
Jika dirasa jumlah 1000 buku teramat banyak, Anda bisa melakukannya dengan konsep kolektif. Jadi, Anda bukan hanya menciptakan generasi yang berkualitas, tetapi membantu masyarakat lain mencapai tujuan baik yaitu upaya literasi sedari dini.
"Jadi, dengan upaya kolektif itu Anda mendorong pemerinah daerah misalnya untuk memperbanyak koleksi buku di perpustakaan agar buku khusus balita diperbanyak," ungkapnya.