BALAI Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) membuka kembali jalur pendakian Gunung Semeru mulai Kamis 1 Oktober 2020, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.
Pendaki harus booking tiket atau daftar dulu secara online sebelum menjelajah gunung tertinggi di Pulau Jawa ini. Pendaftaran dilakukan melalui website resmi Booking Pendakian Semeru lalu ikuti petunjuk seperti tertara di lama tersebut.
Baca juga: Pendakian Gunung Semeru Kembali Dibuka 1 Oktober 2020
Sukaryo (Cakyo), relawan Gunung Semeru mengatakan, pemberlakuan sistem online telah ada sebelum pandemi Covid-19 dan masih relevan diterapkan sekarang. Karena ini mudah untuk memonitor keberadaan pendaki serta tracing bila terjadi hal-hal buruk.
"Untuk booking online ini sudah dilakukan sejak tahun 2017. Efektifnya memang di tahun 2018, sedangkan 2019 itu kan sempat terjadi kebakaran. Sekarang 2020 ada pandemi Covid-19. Seharusnya pendaki sudah familiar, karena tahun 2018 sudah 100% digunakan. Jadi waktu itu tidak ada satu pun pendaki yang melakukan pembelian tiket secara langsung," ujar Cakyo saat dihubungi Okezone, Selasa (29/9/2020).
Selain menerapkan protokol kesehatan, otoritas Gunung Semeru juga juga membatasi kuota pendakian menjadi 20% dari kapasitas normal yakni 600 orang.
Jadi, hanya 120 pendaki saja per hari yang diperkenankan memasuki kawasan Gunung Semeru untuk pendakian. Balai Besar TNBTS juga membatasi durasi pendakian yakni 2 hari 1 malam.
"Kenapa durasinya dibatasi jadi 2 hari 1 malam, ini untuk meminimalisir pengunjung agar tidak terlalu lama di dalam kawasan. Karena kondisi kita sekarangkan sedang pandemi. Dan pembukaan Gunung Semeru pada 1 Oktober nanti itu baru percobaan tahap pertama," jelas Cakyo.
Bila simulasi pembukaan berjalan lancar, lanjut Cakyo, dalam hal ini tidak ada pendaki atau masyarakat setempat yang tertular Covid-19, kuota pendakian kemungkinan besar akan ditambah lagi.
"Setelah percobaan tahap pertama, 2 minggu atau 3 minggu setelahnya ada monitoring maupun evaluasi. Nanti dikaji ulang apakah masih memungkinkan jumlah kuota ini ditingkatkan atau jumlah harinya saja yang ditingkatkan," kata Cakyo.
"Harapannya seperti itu. Kita tidak bisa serta merta membuka secara vulgar (besar-besaran) selama masa pandemi. Masyarakat Ranu Pani kan juga menjadi perhatian khusus stakeholder, karena tidak menutup kemungkinan pendaki datang dari daerah-daerah yang melakukan PSBB atau memiliki angka kasus positif yang tinggi. Sedangkan di sini (Semeru) termasuk zona hijau, jad kekhawatiran tertular," tandasnya.
(Salman Mardira)