7 Destinasi Eksotis di Wakatobi, Surga Bawah Laut yang Memukau Dunia

Eka Putri Wahyuni, Jurnalis
Minggu 13 September 2020 18:05 WIB
Seorang penyelam sedang menikmati keindahan bawah laut perairan Wakatobi, Sultra (Foto: Instagram/@visitwakatobi)
Share :

TERLETAK di Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Wakatobi merupakan destinasi wisata bahari yang tak diragukan, dengan menyimpan beragam keindahan alam yang belum terjamah. Wakatobi adalah tujuan yang sempurna bagi wisatawan yang mencari liburan pulau yang tenang jauh dari keramaian.

Wakatobi terdiri dari empat pulau, yaitu Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Menjadi salah satu tempat menyelam dan snorkeling terbaik di dunia, Wakatobi tidak memiliki kekurangan daya tarik.

Di sini kamu bisa menjelajahi lingkungan yang menakjubkan, menikmati makanan dan budaya yang unik, dan berpartisipasi dalam sejumlah kegiatan yang menyegarkan. Melansir dari laman Indonesia Travel, Okezone telah merangkum 7 tempat yang wajib kamu kunjungi saat liburan:

Snorkeling dan scuba diving

Keanekaragaman laut dan terumbu karang Wakatobi yang menakjubkan telah menarik penyelam scuba dan penggemar snorkeling dari seluruh dunia. Dengan lebih dari 750 spesies karang dan 942 spesies ikan. Wakatobi memiliki jumlah spesies terumbu karang dan ikan tertinggi yang pernah tercatat.

Jacques Cousteau menamai Wakatobi sebagai tempat menyelam terbaik di dunia dan menyebut tempat keindahan alam yang megah ini sebagai 'nirwana bawah laut'. Dengan kehidupan laut yang beragam dan penuh warna bersama dengan perairannya yang jernih, serta puncak, punggung bukit, dan tebing yang menakjubkan menjadikan lanskap bawah laut ini tujuan menyelam yang luar biasa berbeda dengan yang lain. 

Suku Bajo

Di Desa Mola yang terletak di Pulau Wangi-wangi, tinggal komunitas orang-orang yang benar-benar unik dalam gaya hidup dan sejarah mereka. Penduduk desa ini berasal dari kelompok etnis Bajo yang percaya bahwa mereka keturunan langsung dari laut. Pernah dikenal sebagai gipsi laut nomaden, para anggotanya dirawat sejak kecil untuk berburu dan melestarikan laut.

Diyakini bahwa orang-orang Bajo dapat bertahan hidup selama berbulan-bulan di laut tanpa persediaan makanan atau peralatan modern, karena ada waktu di mana orang-orang ini tinggal di soppeks (perahu kayu) dan bukan di rumah panggung terapung tradisional seperti tempat mereka tinggal sekarang.

Baca juga: MotoGP 2021 Berpotensi Bangkitkan Pariwisata Indonesia Usai Terdampak Covid-19

Dengan bantuan pemandu lokal, pengunjung memiliki hak istimewa untuk berkeliling kanal-kanal di mana orang-orang unik ini tinggal dan merasakan secara langsung cara hidup mereka.

Pulau Hoga

Dikelilingi oleh pasir putih jernih dan perairan tenang yang masih asli. Pulau Hoga menawarkan setidaknya 12 lokasi menyelam yang fantastis dengan terumbu karang kelas dunia. Dengan airnya yang jernih yang tenang serta terumbu karang di sekitarnya sangat cocok untuk snorkeling. Sedangkan hutan hijau terhampar cukup ideal untuk mendaki di sore hari.

Kunjungan ke Pulau Hoga akan membawa kamu kembali ke alam. Terlindung dari polusi dan dibatasi secara teknologi seperti tidak ada akses internet dan penerimaan telepon terbatas. Di sana, kamu akan dimanjakan oleh keindahan alamnya.

Puncak kahyangan

Dikenal sebagai Puncak Kahyangan atau Puncak Tomia, adalah sebuah bukit di Pulau Tomia yang menyuguhkan pemandangan menawan. Mudah diakses dengan transportasi umum, puncak hanya berjarak 25-30 menit dari Usuku, ibu kota Tomia Timur.

Lingkungan yang indah dari padang rumput yang tampaknya selalu berakhir sempurna untuk foto-foto yang indah, dan menyaksikan matahari terbenam yang menakjubkan. Puncak ini juga menyediakan pemandangan panorama pulau-pulau sekitarnya yang tak tertandingi, dan sering digunakan sebagai tempat perkemahan bagi mereka yang ingin mengalami malam berbintang yang damai dan matahari terbit yang menakjubkan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya