Sementara di Jerman, para peneliti dari University of Veterinary Medicine Hanover melatih anjing pelacak tentara untuk membedakan antara sampel cairan yang diambil dari pasien sehat dan mereka yang terinfeksi Covid-19.
Dari uji coba ini, anjing-anjing tersebut memiliki tingkat deteksi yang akurat sebesar 94%, dengan total 157 identifikasi positif yang benar, 792 refleksi yang benar dari sampel yang tidak terinfeksi, dan 33 hasil yang salah.
Temuan ini dipublikasikan diBMC Infectious Diseasesjournal. Tim menyimpulkan bahwa di negara-negara dengan akses terbatas ke tes diagnostik, anjing pendeteksi berpotensi dapat digunakan untuk deteksi massal terhadap orang yang terinfeksi.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memahami potensi dan batasan penggunaan anjing pendeteksi untuk mendeteksi penyakit pernapasan akibat virus.
(Helmi Ade Saputra)