LABUAN Bajo di Nusa Tenggara Timur tak hanya dikenal berkat keindahan baharinya yang memukau. Destinasi super premium ini juga menjadi rumah bagi hewan asli Indonesia. Apalagi kalau bukan Komodo.
Untuk melihat langsung seperti apa kehidupan komodo di alam liar, wisatawan dapat menyambangi Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar, dan beberapa pulau lain yang berada di kawasan Taman Nasional Komodo.
Baca juga: Desa Adat Wae Rebo di Labuan Bajo Kembali Dibuka
Pulau-pulau tersebut memang menjadi habitat alami komodo untuk berkembang biak. Nah, bagi Anda yang dalam waktu dekat ini berencana liburan ke Taman Nasional Komodo, tidak ada salahnya menyimak 6 fakta menarik seputar komodo di bawah ini.
Taman Nasional Komodo (Okezone.com/Dimas Andhika)
1. Punya bisa mematikan
Jangan kaget! Selain memiliki air liur yang dipenuhi bakteri, komodo ternyata juga punya bisa yang sangat mematikan lho, Okezoners! Saking mematikannya, komodo bisa membunuh kerbau liar hanya dalam satu gigitan saja. Menurut penuturan Xaverius Sumardi, salah seorang ranger di Pulau Rinca, komodo menyimpan kelenjar racun di rahang bawah.
"Biasanya setelah digigit, komodo akan menyuntikkan bisa ke mangsanya. Setelah itu, mangsa akan dibiarkan membusuk terlebih dahulu baru dimakan," kata Xaverius.
Komodo (Okezone.com/Dani)
2. Makan sebulan sekali
Komodo punya pola makan yang unik. Xaverius mengatakan rata-rata komodo hanya makan satu bulan sekali. Pola makan ini ternyata juga berpengaruh terhadap usia komodo. Jika mereka rutin memangsa hewan liar, usianya bisa mencapai 50-60 tahun.
"Usia komodo yang paling tua itu berkisar 50-60 tahun, dan itu tergantung makanannya. Kalau mereka kesulitan mendapatkan mangsa, usianya bisa lebih pendek," kata Xaverius.
Komodo (Okezone.com/Dimas Andhika)
3. Komodo bisa manjat pohon
Tak banyak yang mengetahui bahwa komodo juga punya kemampuan yang unik. Xaverius mengatakan bayi komodo yang baru menetas akan langsung memanjat pohon untuk menghindari diri dari komodo-komodo yang lebih besar. Hal ini mereka lakukan karena komodo termasuk jenis hewan kanibal.
"Habis menetas, bayi komodo langsung lari ke atas pohon. Mereka cari pohon yang ada lubangnya. Ini dilakukan tak hanya untuk melindungi diri dari komodo dewasa, tetapi predator lain seperti burung elang, gagak, bahkan monyet," kata Xaverius.
"Nah, untuk bertahan hidup di atas pohon, bayi komodo biasanya makan tokek dan serangga," timpalnya.
Komodo di pohon (Okezone.com/Dimas)
4. Lubang tipuan
Komodo betina punya kebiasaan menggali lubang tipuan ketika hendak bertelur. Hal ini dilakukan untuk mengamankan telur-telurnya dari komodo lain.
Ukuran lubang tipuan bisa mencapai 1 meter vertikal dan 1 meter horizontal. Jumlahnya pun terbilang banyak, bisa sampai puluhan lubang! Unik banget!
"Bulan-bulan September itu merupakan jadwal komodo betina bertelur. Sekali bertelur bisa 15-30 butir tergantung cuacanya. Sedangkan musim kawinnya berlangsung sepanjang bulan Juli sampai awal Agustus. Jadi bisa dibilang komodo itu hamilnya cuman 1 bulan," ungkap Xaverius.