Artinya apa? Diterangkan dr Ari, si pasien berisiko tinggi menyebarkan virusnya ke orang lain. Sebab, dia menerap di satu rumah dengan beberapa orang di dalamnya. Kebanyakan dari mereka menetap di rumah yang bisa dikatakan 'pas-pasan'. "Jadi, isolasi mandiri yang mereka pilih malah membuat potensi penularan Covid-19 lebih tinggi," sambungnya.
Dia pun setuju dengan sikap yang diambil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang ingin 'menumpahkan' semua pasien Covid-19 ke fasilitas layanan kesehatan pemerintah.
"Saya setuju dengan apa yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta. Kalau situasinya seperti itu (pasien isolasi mandiri menetap di wilayah padat penduduk), si pasien tidak boleh menjalani isolasi mandiri. Mereka harus ditempatkan di faskes pemerintah, bukan di permukiman padat tersebut," pungkas dr Ari.
(Helmi Ade Saputra)