Dalam praktiknya, GPM telah diterapkan dalam berbagai kegiatan sejak Juni 2020, diantaranya dalam bentuk kegiatan kampanye publik, edukasi masyarakat, dan sosialisasi program Gerakan Pakai Masker (yang mencakup juga Jaga Jarak dan Cuci Tangan) atau program sosial lainnya, baik dilakukan sendiri maupun dengan kerja sama dengan pihak lain.
Di antaranya melakukan penyuluhan kepada para pedagang pasar di 9.200 pasar tradisional seluruh Indonesia. Dimulai di 277 pasar di kawasan Jabodetabek.
Diharapkan kolaborasi mereka dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat membantu meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Tujuan utama Gerakan Pakai Masker adalah mengurangi jumlah korban karena pandemi COVID-19. Sebagai bonusnya kita dapat sekaligus melakukan 'rebranding’ melalui Gerakan Pakai Masker, agar persepsi bangsa lain terhadap Indonesia dalam penanganan pandemi membaik," tegas Sigit.
"Indonesia akan menjadi negara pilihan pertama yang akan dikunjungi investor untuk melakukan transaksi bisnis. Indonesia juga akan menjadi negara pilihan pertama yang akan dikunjungi wisatawan asing," tandasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)