Indonesia melalui Kemenparekraf mengajak para pelaku ekonomi kreatif di kawasan ASEAN untuk bersama-sama mengidentifikasi situasi, merumuskan strategi, dan langkah yang diperlukan menjelang tahun internasional ekonomi kreatif untuk pembangunan berkelanjutan 2021 di era adaptasi kebiasaan baru.
Untuk kepentingan itu, Kemenparekraf menggelar webinar Creative Economy in Southeast Asia bertajuk 'Welcoming The Internasional Year of Creative Economy for Sustainable Development 2021' Episode II: Virus-Resilient Subsectors Insight untuk industri game dan konten kreatif.
Direktur Hubungan Antarlembaga Kemenparekraf K. Candra Negara mengatakan, para pelaku industri game dan konten kreatif di ASEAN diharapkan merumuskan strategi dan langkah bersama menjelang tahun internasional ekonomi kreatif pada 2021 di tengah era adaptasi kebiasaan baru.
“Berbagi informasi dari semua pemangku kepentingan di kawasan Southeast Asia sangat perlu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran, memperkuat kerja sama, dan memperluas jaringan. Selain itu, pelaku industri game dan konten kreatif harus mempersiapkan diri untuk situasi normal baru,” kata Candra Negara seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Minggu (23/8/2020).
Candra Negara menambahkan, selama beberapa tahun terakhir, Indonesia sangat aktif dalam upaya peningkatan ekonomi kreatif di tingkat internasional. Sejauh ini ada dua pencapaian historis Indonesia dalam memajukan ekonomi kreatif.
Pertama, Indonesia mengadakan konferensi dunia 2018 tentang ekonomi kreatif, yang diadopsi dari agenda Bali dalam pembangunan ekonomi. Kedua, sebagai implementasi dari agenda Bali, Indonesia menginisiasi resolusi persatuan bangsa pada tahun internasional ekonomi kreatif untuk pembangunan berkelanjutan tahun 2021.
“Kita harus yakin, bahwa ekonomi kreatif adalah kunci pembangunan ekonomi dan bisa tumbuh lebih cepat dalam kerja sama internasional,” ujar Candra Negara.