Alami Cegukan, Dokter: Jangan Panik dan Mengira Terkena Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Sabtu 08 Agustus 2020 22:08 WIB
Cegukan (Foto: The Healthy)
Share :

Seorang dokter di Inggris menemukan kasus pertama pasien Covid-19 dengan gejala cegukan, bukan demam, batuk, atau sesak napas. Kasus tersebut menambah catatan tambahan gejala baru infeksi Covid-19.

Meski baru ditemukan pada satu pasien, penelitian tentunya akan terus mencari tahu bagaimana kaitan antara cegukan dengan infeksi Covid-19. Informasi ini pun penting diketahui masyarakat agar lebih waspada.

 

Dalam kasus cegukan ini, si pasien berjenis kelamin laki-laki berusia 62 tahun. Dia datang ke rumah sakit dengan gejala cegukan yang berlangsung selama 4 hari berturut-turut. Ini yang menjadi kekhasan dari cegukan yang mengarah ke infeksi Covid-19.

Mengetahui adanya kasus baru ini, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Indah Fitriani, SpPD menjelaskan, kasus ini pertama kali ditemukan. Pastinya perlu penelitian lebih lanjut untuk memperkuat diagnosisnya.

"Cegukan dengan durasi keberlangsungan panjang memang aneh dan perlu dipertanyakan dan mungkin saja memang mengarah ke Covid-19, tapi penyebab cegukan lain masih banyak sekali," terangnya saat diwawancarai Okezone, Sabtu (8/8/2020).

Salah satu penyebab orang bisa cegukan adalah stres. Dokter Indah menambahkan, cegukan tidak hilang-hilang itu harus diperiksakan serius ke dokter. "Tapi, bukan berarti harus cemas akan risiko Covid-19. Jangan panik berlebihan," sambungnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya