Melakukan karantina atau isolasi mandiri merupakan salah satu cara aman untuk memutus mata rantai persebaran Covid-19 setelah kita mengalami gejala Covid-19 atau setelah melakukan kontak baik dengan orang yang memiliki gejala Covid-19 maupun orang yang telah terkonfirmasi Covid-19.
Namun, sebagian masyarakat masih khawatir ketika melakukan isolasi atau karantina secara mandiri karena masih banyak yang beranggapan bahwa jika mereka melakukan hal tersebut, orang-orang beranggapan bahwa mereka akan diasingkan.
Padahal, tidak serta-merta demikian, Dokter Pompini Agustina Sp.P(K) mengatakan, masyarakat yang melakukan isolasi atau karantina mandiri justru merupakan tindakan yang baik karena itu dapat memutus persebaran Covid-19.
"Masyarakat tidak boleh memiliki konsep sepeti ini. Tidak serta merta orang yang melakukan karantina atau isolasi mandiri harus dikucilkan atau diasingkan. Justru hal tersebut dapat memutus penularan Covid-19," tuturnya dalam program Isolasi Mandiri di Rumah Sesuai Protokol Kesehatan pada Selasa (4/8/2020).
Untuk itu, dokter Pompini Agustina berbagi tips bagaimana cara melakukan isolasi atau karantina di rumah sehingga hal itu menjadi efektif untuk memutus penularan Covid-19.
Pengaturan kamar:
- Tempatkan orang yang sakit di ruangan atau kamar tersendiri yang memiliki ventilasi baik (memiliki jendela/pintu terbuka).
- Batasi pergerakan (aktivitas dalam ruangan saja atau di kamar sendiri).
- Minimalkan berbagi ruangan yang sama (kamar mandi dan dapur) dan memiliki ventilasi yang baik.
- Anggota keluarga yang lain diusahakan untuk tidur di kamar yang berbeda. Jika tidak memungkinkan, maka jaga jarak minimal 1 meter dari pasien (usahakan untuk tidur di kasur berbeda).
Baca Juga : Presiden Jokowi Bakal Nambah Cucu, Manjanya Gaya Kahiyang Ayu Hamil Anak ke-2
Perawatan pasien/orang sakit:
- Batasi jumlah orang yang merawat pasien. Idealnya satu orang yang benar-benar sehat tanpa memiliki gangguan kesehatan lain atau gangguan kekebalan.
- Pengunjung atau penjenguk tidak diizinkan sampai pasien benar-benar sehat dan tidak bergejala.
- Lakukan hand hygiene (cuci tangan) segera setelah melakukan kontak dengan pasien atau lingkungan pasien.
Penggunaan masker:
- Pasien menggunakan masker bedah jika berada di sekitar orang-orang yang berada di rumah atau ketika mengunjungi fasyankes untuk mencegah penularan melalui droplet.
- Orang yang memberikan perawatan menggunakan masker bedah. Terutama jika berada dalam satu ruangan dengan pasien.
- Masker tidak boleh dipegang selama digunakan. Jika masker kotor atau basah segera ganti dengan yang baru.
Pisahkan dan bersihkan barang yang terkontaminasi:
- Sarung tangan, masker, dan bahan-bahan sisa lain selama perawatan harus dibuang di tempat sampah dalam ruangan pasien, kemudian ditutup rapat sebelum dibuang sebagai kotoran infeksius.
(Helmi Ade Saputra)