Pada kesempatan yang sama, Dewi pun menjelaskan klaster baru yang berhasil ditemukan di DKI Jakarta. Jumlah kasus paling banyak adalah lokal transmisi yang berasal dari pemukiman hasil contact tracing sebanyak 283 cluster dengan 1,178 kasus.
Klaster baru kedua adalah perkantoran. Terdapat sekiranya 90 klaster dengan 459 kasus. Urutan ketiga adalah pasar dengan 107 klaster. Disusul fasilitas kesehatan di posisi keempat sebanyak 124 klaster.
Posisi kelima terdapat di rumah ibadah sebanyak 9 klaster dengan total 114 kasus yang berada di gereja, masjid, asrama pendeta, pesantren, bahkan acara tahlilan. Dewi pun mengingatkan masyarakat untuk mengutamakan protokol kesehatan apabila ada kegiatan sosial seperti berkumpul bersama.
“Protokol kesehatan harus tetap diterapkan, jangan sampai lengah dan menjadi tidak waspada terhadap penularan Covid-19,” pungkasnya.
(Dewi Kurniasari)