Selain meningkatkan kualitas destinasi wisata, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio juga menyoroti konektivitas penerbangan internasional menuju Indonesia. Menurutnya, saat ini beberapa maskapai nasional masih menggunakan pattern atau strategi yang sudah tidak relevan.
Pernyataan tersebut dia sampaikan merujuk pada data pencarian tujuan wisata tentang Indonesia yang dikeluarkan oleh Google Analytic pada 2019 lalu. Tercatat sebanyak 672 juta warga Australia melakukan pencarian tujuan wisata Indonesia.
Lalu diikuti Amerika Serikat sebanyak 557 juta pencarian, Jerman 352 juta pencarian, Inggris 138 juta pencarian, Singapura 296 juta pencarian, China 225 juta pencarian, Korea 217 juta pencarian, hingga Hongkong sebanyak 167 juta pencarian.
Sayangnya, beberapa negara di Eropa seperti Belanda justru tidak masuk dalam daftar tersebut. Padahal, maskapai nasional seperti Garuda Indonesia telah membuka rute penerbangan langsung (direct flight) di negara itu.
"Ini menarik. Maskapai kita membuka rute mengikuti ke mana tujuan orang Indonesia mau pergi. Bandingkan dengan Dubai, maskapai negara ini membuka penerbangan langsung dari negara-negara luar. Artinya mereka sudah paham betul, bahwa dengan cara tersebut dapat mendatangkan lebih banyak lagi devisa," kata Wishnutama Kusubandio saat menghadiri webinar Manager Forum XLVIII bertajuk 'Tourism Industry : Where Are Now And What Is Next', Kamis (23/7/2020).