Pertama adalah fase tanggap darurat, dengan fokus meringankan beban pelaku wisata, dan memprioritas keamanan dan kenyamanan mereka. Fase kedua adalah stimulus atau berkaitan dengan pemulihan di era new normal.
Dan fase terakhir, adalah pasca Covid-19, ketika sektor pariwisata nasional nantinya akan menjunjung tinggi nilai-nilai sustainability, conectivity, dan quality tourism.
"Seluruh program ini dibuat agar tepat sasaran. Karena sektor pariwisata benar-benar suffer selama pandemi Covid-19. Jadi harus jalan dulu, harus hidup dulu. Salah satu caranya dengan menjalankan pariwisata domestik terlebih dahulu," kata Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo.
(Dyah Ratna Meta Novia)