Dokter Sukono menambahkan, setiap rumah sakit pasti punya tim dokter stroke unit yang cepat tanggap. Standarnya adalah 30 menit door to needle dalam penanganan stroke. Artinya dalam 30 menit semenjak pasien tiba di rumah sakit, pasien harus segera mendapatkan terapi atau pun tindakan.
Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir kecacatan dan juga meningkatkan harapan hidup pasien. Karena dalam penanganan stroke, dokter harus mengejar waktu.
"Semakin lama penanganan stroke sejak terjadinya serangan maka dapat berakibat semakin fatal. Apalagi jika telah melewati masa golden period yatu 4,5 jam setelah terjadinya serangan," ungkapnya.
Sementara itu, Operation Manager RS Premier Jatinegara dr Levina Avissa menambahkan, di rumah sakit kualitas penanganan stroke telah diakui secara global.
"Kalau dilihat beberapa rumah sakit dari beberapa negara lainnya yang juga mendapatkan penghargaan seperti dari Mexico, India, dan Korea Selatan," kata dr Levina.
(Martin Bagya Kertiyasa)