Sampai saat ini WHO percaya bahwa penyebaran virus corona hanya lewat percikan air liur atau droplet yang dikeluarkan pasien Covid-19 saat batuk, berbicara, atau bersin.
Dengan adanya surat tersebut, ilmuwan berharap agar WHO semakin serius mengenali pola penyebaran virus SARS-CoV2 yang mematikan tersebut.
"Kami ingin WHO mengakui bukti," kata Jose Jimenez, seorang ahli kimia di University of Colorado, yang ikut menandatangani surat terbuka tersebut, pada Reuters.
"Ini jelas bukan serangan untuk WHO. Ini adalah debat ilmiah, tetapi kami merasa harus mengumumkannya kepada publik karena mereka menolak untuk mendengar bukti," tegasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)