Di tengah pandemi Covid-19, tetap saja banyak pasangan yang ingin menikah. Sebenarnya boleh saja menikah namun harus mematuhi protokol kesehatan ketat.
Adapun beberapa prosedur kesehatan di tengah pandemi Covid-19 antara lain mencuci tangan, menjaga jarak, hingga memakai masker. Namun, apakah pengantin perlu mengenakan masker saat melangsungkan acara resepsi?
Menanggapi hal ini, Wedding Consultant Argenty Caesya mengatakan, baik dari pihak pengantin maupun tamu undangan, semua wajb menerapkan protokol kesehatan utama Covid-19, yakni mengenakan masker.
"Sudah diketahui bahwa protokol pencegahan Covid-19 yang selama ini digaungkan pemerintah yakni mengenakan masker dan membawa hand sanitizer. Untuk itu, semuanya wajib mengenakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Tak terkecuali untuk mengadiri pesta pernikahan," ungkap Argenty dalam program Special Report iNews.
Selain itu, ia juga mengimbau agar pihak Wedding Organiser (WO) mengantisipasi dan mengambil langkah jika ditemukan tamu undangan yang tidak tertib seperti tidak menggunakan masker.
"Untuk kendala mungkin tamu yang kurang konsen pakai masker, tim WO harus menyediakan masker buat tamu yang masih bandel," sambung Argenty.
Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memberikan kelonggaran aturan nikah bagi warga yang ingin menggelar pesta di tengah pandemi Covid-19.
Baca juga: Sosok Agnes Jennifer Hebohkan KPK, Tampil Cantik saat Diperiksa
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan, pengantin boleh tidak memakai masker di pelaminan.
Dalam pesta pernikahan tersebut pengantin, orangtua, dan besan boleh tidak menggunakan masker. Namun pesta harus diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat.
“Pesta pernikahan ini sudah kami buatkan acuan. Pengantin, orangtua dan mertua tetap berada di pelaminan tanpa masker," terang Rudy sebagaimana dikutip dari Solopos.
Selain itu ada sejumlah aturan lain bagi warga yang ingin nikah di Solo pada masa pandemi ini. Yaitu tidak boleh ada prosesi salaman, bedol manten, serta aturan ketat penyajian makanan.
"Tidak ada acara bedol manten, tidak boleh ada salaman. Begitu juga dengan hidangan, disajikan dengan piring terbang tetapi tidak boleh diberikan secara estafet oleh tamu. Nanti petugas yang mengantarkan piring satu per satu ke tamu," jelasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)