Menurutnya, magnet perayaan Kasada yang mendatangkan banyak wisatawan kali ini akan berbeda. Tujuannya untuk menghindari penyebaran Covid-19 di masyarakat Suku Tengger.
"Tidak ada kegiatan wisata sama sekali di Kasada. Ini sebagai contoh, bagaimana protokol kesehatannya. Masyarakat Tengger tidak ada yang terkena, jadi jangan sampai ada," tuturnya.
Selain hanya diperuntukkan untuk masyarakat asli Tengger, pihaknya dari BB-TNBTS dan beberapa instansi lainnya akan melakukan penyekatan. Tentu untuk mengantisipasi adanya wisawatan yang masih nekat masuk ke kawasan wisata Gunung Bromo.
"Kalau bukan masyarakat asli Tengger, tidak boleh mereka (wisatawan) ke situ. Khusus untuk masyarakat Hindu, Tengger yang akan beribadah saja bukan untuk wisatawan," bebernya.
(Dewi Kurniasari)