Berbekal ilmu seni rupa yang dimilikinya, mahasiswa jurusan desain komunikasi visual institut seni Indonesia ini, mencoba perpaduan antara layangan dan seni airbrush sejak tahun 2015.
Pria yang kerap disapa Aga ini, mampu menyelesaikan 2 hingga 3 layangan celepuk berukuran 1,2 m per hari. Sementara untuk pengerjaan kerangka layangan, ia membagi orderan pada temannya.
Mematok harga Rp125 ribu per meter, untuk proses pewarnaan airbrush, putra pasangan almarhum I Wayan Ariasa dan Ni Nyoman Dwijawati ini, mengaku mampu membantu perekonomian keluarga, di tengah masa pandemi.
(Martin Bagya Kertiyasa)