Asyiknya Bersepeda, Turunkan Berat Badan dan Obati Stres

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Senin 29 Juni 2020 11:56 WIB
Naik sepeda (Foto: Coki)
Share :

Tren olahraga bersepeda atau gowes belakangan memang semakin marak digandrungi masyarakat Indonesia. Ada banyak alasan yang melatarbelakangi mereka memilih sepeda sebagai alternatif berolahraga.

Seperti yang diceritakan secara gamblang oleh Febry Andika atau biasa disapa Coki. Kepada Okezone, Coki bercerita bahwa awal mula dia mendalami dunia sepeda, sebetulnya hanya ingin menurunkan berat badan.

"Mulai main sepeda itu 2016 lalu, saat saya masih dinas di Manado. Tujuannya ingin menurunkan berat badan. Sudah sempat coba beberapa olahraga seperti jogging. Tapi ternyata gowes jauh lebih banyak membakar kalori daripada jogging. Jadi akhirnya memutuskan untuk beli sepeda," ungkapnya saat dihubungi via sambungan telepon.

 

Coki menjelaskan bahwa sepeda pertama yang dia beli dulu adalah mountain bike atau sepeda gunung. Menurutnya, tipe sepeda ini sangat cocok dipakai di lingkungan tempat tinggalnya saat itu, karena dipenuhi tanjakan dan permukan jalannya cenderung tidak rata.

Dari segi harga, sepeda gunung juga tidak terlalu menguras kantong, sehingga cocok untuk para pemula.

"Waktu di Manado, memang jalanannya banyak tanjakan karena saya sendiri bukan tinggal di kotanya. Jadi akhirnya pilih sepeda gunung. Kadang saya juga pakai sepeda ini untuk ke kantor," kata Coki.

Seiring berjalannya waktu, kecintaan Coki terhadap sepeda semakin menjadi-jadi. Puncaknya saat dia dipindah tugaskan ke kota kelahirannya Makassar, Sulawesi Selatan.

Keinginan bapak satu anak ini untuk menurunkan berat badan pun kembali muncul. Dia akhirnya memutuskan untuk membeli roadbike yakni, sepeda yang dirancang untuk dipakai melaju di atas aspal mulus.

Baca juga: Diet Turunkan Berat Badan? Begini 4 Cara Kurangi Porsi Makan

"Dua bulan setelah dipindahkan ke Makassar. Saya rutin gowes di malam hari setiap pulang kerja. Perlengkapannya saat itu pakai jaket parasut supaya keringatnya lebih banyak keluar. Dan jarak yang ditempuh cukup panjang kurang lebih 30 km (pulang pergi). Hitungannya dari Kabupaten Gowa, sampai di daerah Tanjung Bunga, Makassar," jelas Coki.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya