Tindak kejahatan siber di sektor jasa keuangan termasuk perbankan masih ditemukan. Banyak korban berjatuhan akibat kurang memahami risiko yang mengancam, sehingga tidak bisa mengambil langkah antisipasi.
Saat #DiRumahBisa saja terjadi berbagai macam penipuan saat melakukan transaksi perbankan. Pelaku kejahatan siber memiliki berbagai cara untuk meretas target. Salah satunya dengan vishing. Vishing merupakan metode untuk mengelabui korban dengan cara panggilan suara.
Modus pelaku vishing biasanya mengaku sebagai perusahaan atau pihak berwenang. Mereka akan meminta informasi rahasia atau paling parahnya meminta sejumlah uang. Berhati-hati untuk tidak memberikan keterangan atau informasi pribadi.
Ciri-ciri vishing yakni nomor ponsel tidak dikenal, biasanya mereka mengaku sebagai perusaaan atau pejabat pemerintahan. Seperti yang belakangan terjadi, pelaku vishing mengaku sebagai operator salah satu perusahaan ojek online ternama. Mereka meminta kode One Time Password (OTP) yang dikirim melalui pesan teks.
Waspada apabila Anda menyadari pelaku melakukan teknik vishing ini. Berhati-hati untuk tidak memberikan keterangan atau informasi pribadi. Kamu harus memastikan apakah orang yang menelpon adalah pihak resmi atau bukan. Berhati-hati juga terhadap oknum yang mengatasnamakan CIMB Niaga melalui telepon.
So, kewaspadaan harus selalu diutamakan, agar kamu tidak jadi korban vishing dan tetap optimis dalam #KejarMimpi.
CM
(Yaomi Suhayatmi)