Belum lama ini Food Drugs Administration (FDA) menemukan metanol dalam beberapa sampel merek pembersih tangan yang diproduksi oleh salah satu produsen bahan kimia yang berbasis di Meksiko. Tentunya hal ini mengejutkan masyarakat karena metanol adalah salah satu zat beracun yang berbahaya bagi kulit.
Seperti diketahui sebagian besar hand sanitizer yang aman untuk digunakan memiliki kandung etil alkohol atau biasa disebut etanol. Sebenarnya metanol dan etanol adalah varian yang masuk dalam kategori alkohol. Tapi perlu diingat, kedua cairan ini memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda.
Melansir dari SF Gate, Rabu (24/6/2020), metanol adalah bahan kimia beracun yang diperoleh melalui proses sintetik. Sementara etanol secara komersial diproduksi oleh pabrik fermentasi tanaman pangan.
Kedua zat ini dapat digunakan sebagai sumber energi, tetapi metanol berfungsi terutama sebagai subjek penelitian dan penggunaanya sebagai bahan bakar motor di Amerika Serikat (AS) telah dilarang. Di sisi lain peran etanol saat ini lebih besar, tapi masa depannya sebagai bahan bakar kendaraan masih belum pasti.