Lama berdiam diri di rumah pada masa pandemi tentu membosankan bagi sebagian orang. Banyak kegiatan dilakukan demi mengusir rasa jenuh itu. Termasuk menjalani hobi bertanam secara hidroponik.
Hal ini seperti yang dilakukan Dosen Kimia Analitik Dr. rer. Nat. Ganden Supriyanto, M.Sc. beberapa waktu ini. Lulusan S3 Chemie und Pharmazie FU Berlin, Jerman itu menyulap lahan atap rumahnya berukuran 3x3 meter menjadi kebun melon hidroponik dengan teknik dutch bucket.
“Bisa dikatakan ini adalah kreativitas yang muncul karena terpaksa. Karena pandemi covid-19 ini akhirnya saya cukup punya sedikit waktu untuk melakukan hal-hal positif seperti ini,” ucap Ganden, Jumat (19/06/2020).
Menurut Ganden, teknik bertanam ducth bucket cukup mudah. Setidaknya diperlukan wadah bekas es krim volume delapan liter sebagai bucket, net pot dan hidroton sebagai media tanam, ajustable drip untuk mengatur aliran nutrisi, serta wadah yang lebih besar sebagai container nutrisi.