"Tapi ya kembali lagi, tergantung datanya seperti apa. Kan mereka ada data, ada demand-nya dalam satu bulan ke depan demandnya seperti apa. Kalau ada demand baru mulai terlihat dalam 3-4 bulan mendatang," timpalnya.
Dalam kesempatan yang sama, Odo mengatakan bahwa saat ini Indonesia telah membuka pintu atau akses pariwisata bagi empat negara prioritas, termasuk Jepang.
"Rekan kami di Kementerian Luar Negeri telah merancang kebijakan baru untuk empat negara yakni, China, Korea Selatan, Jepang, dan Australia," ujar Odo.
Lebih lanjut dia menjelaskan, pihaknya telah melakukan diskusi secara komprehensif untuk membahas kriteria perizinan antara Indonesia dan keempat negara tersebut.
(Dyah Ratna Meta Novia)