Dr Van Ranst menambahkan jabat tangan secara konvensional masih cukup tinggi risiko menyebarkan virus penyebab Covid-19. Karena itu, untuk melampiaskan kasih sayang yang selama ini tertahan karena 'lockdown' Anda boleh memeluk orang yang Anda sayang.
"Tapi, tidak kemudian Anda bisa memeluk orang-orang. Saya sarankan Anda memeluk orang yang memang memiliki hubungan dekat dengan Anda dan memastikan orang tersebut dalam kondisi sehat," sambungnya.
Sementara itu, Ahli Bedah Amerika, Jerome Adams, menyatakan bahwa salam siku masih jadi pilihan yang paling aman dalam memberikan salam.
Walau pada kenyataannya, salam siku ini membiarkan orang lain berada sangat dekat dengan Anda. Makanya Badan Kesehatan Dunia (WHO) melarangnya.
(Helmi Ade Saputra)