"Memang sih tempat wisata mulai menyediakan protokol kesehatan, tapi, siapa yang mau liburan? Masih pada takut buat keluar rumah apalagi berkerumun di satu tempat wisata gitu," kata Yunita saat dihubungi Okezone, Jumat (12/6/2020).
Baca Juga : Potret 5 Artis Indonesia yang Masuk Nominasi 100 Perempuan Tercantik di Dunia
Ia melanjutkan, orang-orang masih punya ketakutan yang sangat besar saat berkerumun kembali. Sederhananya, terang Yunita, saat orang ada di tempat umum seperti pasar, banyak yang takut. "Nah ini tempat wisata, saya belum yakin banyak wisatawan mau liburan di tengah pandemi seperti sekarang," ungkapnya.
Yunita pun menjelaskan, dengan adanya aturan protokol itu, malah akan membuat pengeluaran wisata menjadi semakin tinggi. Contohnya ialah saat jumlah penumpang bus tak bisa 100%, karena aturan itu, dipastikan dalam satu rombongan yang berisi 40 orang, kelompok itu akan menyewa dua unit bus.
"Karena nggak mungkin 40 wisatawan masuk semua ke dalam bus. Kan ada aturan pembatasan jumlah kapasitas bus. Dengan begitu, biaya wisata mereka akan makin tinggi karena harus sewa bus lainnya yang tentu tak murah," paparnya.
(Helmi Ade Saputra)