Membantu proses metabolisme
Merasa lebih baik setelah mengonsumsi jahe merupakan nilai tambah, bahkan jahe dapat membantu mengurangi faktor risiko jangka panjang.
Beberapa penelitian internasional menunjukkan jahe dapat membantu mengatur kolesterol, glukosa darah puasa, dan tekanan darah. Jahe juga dapat membantu mengurangi nafsu makan dan satu studi menunjukkan bahwa itu mungkin telah membantu peserta dengan upaya penurunan berat badan.
Meredakan peradangan
Jahe juga memiliki sifat anti-inflamasi, yang juga sedang dipelajari sebagai potensial pengobatan kanker. Sebuah studi kasus menunjukkan bahwa jahe membantu dapat mengurangi pertumbuhan tumor, sementara studi lain menunjukkan pengurangan banyak penanda peradangan di usus besar, yang penulis sarankan dapat mengurangi risiko kanker usus besar.
(Dewi Kurniasari)