AC dan ventilasi
Banyak orang panik ketika sebuah studi tentang restoran ber-AC di Guangzhou, China, menghasilkan bahwa virus corona menyebar ke keluarga terpisah yang makan di restoran tersebut. Setiap kelompok duduk di dekat AC, dan arah aliran udara mengarah sesuai dengan sekitar 10 orang yang menjadi sakit. Situasi ini bisa juga terjadi di banyak tempat tertutup yang terbatas lainnya, termasuk di rumah kita.
Sirkulasi virus di dalam ruangan biasanya terjadi jika kita berada dalam jangkauan droplets yang dikeluarkan seseorang ke udara ketika bersin, batuk, atau bahkan hanya berbicara. Droplets ini sering kali berat, artinya bisa melayang bebas di udara hingga beberapa meter sebelum jatuh ke tanah.
Catatan dari Mount Sinai Health System notes, jika ada seseorang di rumah yang terinfeksi virus itu batuk, bersin dan tidak berhati-hati, maka partikel virus kecil pada droplet bisa beredar di udara. Apapun yang menggerakkan arus udara di sekitar ruangan, contohnya sistem pendingin udara, unit AC yang dipasang di jendela, heater, atau bahkan kipas bisa menyebarkan droplet tersebut.
Pentingnya pengaturan sirkulasi udara yang baik
Tapi risiko penyebaran virus di udara bisa dikurangi dengan mengikuti panduan yang ada. Maka dari itu mengatur sirkulasi udara yang baik di dalam ruangan sangatlah penting sebagai salah satu upaya pencegahan penularan virus corona.
Disarankan para ahli kesehatan, biasakan membuka jendela ruangan sehingga bisa membantu membersihkan partikel virus dan menjaga agar udara lebih bebas mengalir. Membuka tirai di jendela juga dapat mengurangi transmisi, sedangkan untuk AC pastikan sistem penyaringan (filtrasi) dalam kondisi prima dan diganti teratur secara berkala mengikuti instruksi yang ada. Beberapa filter dirancang untuk bisa menghilangkan partikel seperti droplets pernafasan. Ingat, baiknya kualitas udara juga sangat berpengaruh pada kesehatan.
(Dewi Kurniasari)