Nah, kebutuhan dasar paling penting untuk anaknya saat ini adalah meningkatkan kemampuan membaca dan menulis. Dia sendiri mengaku dapat menjadi guru pengganti, setidaknya sampai kondisi di luar sana benar-benar aman dan terkendali.
"Kalau aku sama anakku, kita sudah janjian, setiap hari ada waktu khusus belajar selama kurang lebih 2 jam. Kemarin kan juga sempat mengikuti belajar online. Di luar itu aku juga mempersiapkan dia untuk kemampuan dasar membaca dan menulis," paparnya.
Meski sempat menghadapi sejumlah kendala, Agnes mengaku tidak mengalami kesulitan ketika menjadi guru pengganti bagi sang anak. Apalagi di era serba digital seperti saat ini.
(Foto Potret Keluarga Agnez Aprilia : Istimewa)
Ada banyak sekali aplikasi-aplikasi dan tutorial di YouTube yang dapat membantu proses belajar mengajar di rumah.
"Jujur, aku dimudahkan banget dengan adanya aplikasi dan YouTube. Ada banyak cerita-cerita pendek bergambar yang bisa dibaca bareng sama anak. Tapi aku berharapnya tahun depan sudah berani masuk sekolah. Enggak mungkin kan 10 tahun enggak ngapa-ngapain di rumah. Ini hanya untuk sementara. Sekarang yang jadi prioritas kesehatan dulu. Aku pribadi lebih mementingkqn kewarasan daripada edukasi," kata Agnes.
Pandemi Covid-19 sejatinya juga merupakan berkah terselubung (blessing in disguise) bagi keluarganya. Agnes mengaku sangat menikmati momen berkumpul bersama dengan sang buah hati dan suami tercinta.
"Kadang dia mikirnya kita liburan, bapak ibunya ada di rumah. Ya bisa dibilang ini golden moment. Biasanya kan kita keluar Sabtu/Minggu. Sekarang setiap hari kita barengan, jadi ya anugerah dan tantangan juga," tutupnya.
(Helmi Ade Saputra)